SIMULASI: TERJADI GEMPA DI SD MP3 YOGYAKARTA

By: Machdar R Dahuri

Ada pemandangan yang berbeda di SD MP3 pada Jum’at 26 Juli. Anak-anak terlihat panik saat bunyi sirine sampai ke telinga mereka. Ada yang berteriak, ada yang nangis, bengong, ada yang lari keluar dan ada yang sembunyi di kolong meja.

Setelah terdengar bunyi sirine yang kedua, mereka langsung bergegas menunju titik kumpul di lapangan Sidokabul belakang sekolah. Beberapa anak terlihat santai, namun tidak sedikit yang lari dengan rapi sambil menutup kepala dengan tas maupun buku.

Sesampai di lapangan, semua siswa terlihat bingung seolah kena “prank” karena mereka mengira terjadi gempa sungguhan padahal hanya simulasi evakuasi gempa yang dilakukan oleh team Tagana Kota Yogyakarta.

Menurut Rina Suci Wulandari selaku Koordinator Kesiswaan, kegiatan simulasi ini perlu diadakan agar anak-anak paham bagaimana cara evakuasi diri sejak dini. Pasalnya sebagian besar wilayah Yogyakarta rawan dengan bencana khususnya gempa bumi. Hal ini kami lakukan di awal tahun ajaran baru bekerjasama dengan Tagana Kota Yogyakarta.

Tagana Kota Yogyakarta, sebelumnya memberikan edukasi Pengurangan Resiko Bencana berbasis sekolah yang digulirkan dalam progam TMS (Tagana Masuk Sekolah). Kegiatan tersebut bertempat di aula lantai 3 SD MP3.

Kegiatan kali ini diikuti oleh 488 siswa kelas I sampai kelas V beserta ibu-bapak guru pendamping. Adapun materi yang disampaikan adalah PRB Gempa Bumi, Angin Puting Beliung serta Dampak Abu Vulkanik Gunung Berapi.

Harapannya, jika sejak awal anak tahu tentang kegempaan maka akan selalu waspada di manapun mereka berada, khususnya saat berada di sekolah. Saat anak tahu tentang cara evakuasi diri, maka tentu akan mengurangi resiko korban saat terjadi bencana. Semoga dengan progam kegiatan seperti ini mampu memberikan dampak positif bagi siswa.

www.sdmuhpakel.sch.id