PROGRAM QIRA’AH WA KITABAH
SEBAGAI PONDASI SISWA DALAM MENGENAL AL QUR’AN
DI SD MP3 YOGYAKARTA

 

Oleh: Machdar R Dahuri (Staff Pendidik di SD MP3)

SD Muhammadiyah Pakel telah mengukuhkan dirinya sebagai SD Muhammadiyah yang memiliki program unggulan khusus tertuang dalam kurikulum Program Plus sejak tahun 1998. Program Plus yang digulirkan oleh PCM Umbuharjo tersebut ternyata masih eksis sampai saat ini. Bahkan sekolah terus berinovasi agar kurikulum Program Plus tersebut semakin tepat guna. Untuk menunjang inovasi kurikulum tersebut maka PCM melalui sekolah membentuk tim pengembang dan juga tim kreatif sekolah.

Tim pengembang dan tim kreatif sekolah diharapkan mampu meramu dan memunculkan formula baru agar semua program di SD MP3 mampu bersaing di era globalisasi. Tim-tim tersebut harus berusaha menghasilkan produk berupa gagasan, ide ataupun paradigma baru mengenai program visoner yang digadang-gadang tetap dibutuhkan sampai beberapa tahun ke depan. Tentu itu bukan sebuah harapan yang muluk-muluk. Namun lebih pada bagaimana sekolah harus tetap berpikir untuk selalu maju ke depan sehingga tujuan pendidikan di SD MP3 tercapai dengan maksimal.

Salah satu muatan pelajaran dalam kurikulum Program Plus tersebut adalah Qira’ah wa Kitabah (Baca Tulis Al Qur’an). Qira’ah wa Kitabah merupakan pelajaran wajib bagi siswa kelas I. Pelajaran tersebut diampu oleh 4 guru dalam setiap pertemuan di kelas. Setiap kelas mendapatkan jatah 9 jam pelajaran dalam setiap minggunya. Satu orang guru membimbing antara 8 sampai 9 siswa dalam setiap kelasnya. Ini dilakukan agar target berhasil dicapai dengan maksimal. Untuk metode pembelajarannya bersifat klasikal dan privat namun tidak terpaku di ruang kelas. Proses pembelajaran bisa di serambi masjid, di ruang baca atau di taman sehingga anak-anak merasa lebih termtivasi dalam beelajar karena mendapatkan suasana baru.

Target dari pembelajaran Qira’ah wa Kitabah adalah siswa kelas I harus selesai Iqra’ jilid VI serta mampu menulis Arab dengan baik dan benar. Dengan demikian, nanti saat mereka naik ke kelas II sudah memiliki pengalaman dasar dalam membaca dan menulis Al Qur’an. Ini penting dilakuan sebab mulai kelas II nanti, anak-anak sudah mulai banyak muatan pelajaran yang bersinggungan dengan Al Qur’an. Adapun diantara muatan pelajaran yang tertuang dalam kurikulum Program Plus adalah Tahfidul Quran, Tarjamatul Qur’an wa Du’a serta Tahsinul Qur’an.

Untuk pelajaran Tahfidul Qur’an targetnya adalah anak lulus dari SD MP3 minimal hafal juz 30 dan 29. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan ada beberapa anak yang hafal 3 juz. Itu semua dapat dicapai apabila target kelas III hafal juz 30 telah terpenuhi. Sedangkan untuk materi pelajaran Tarjamatul Qur’an wa Du’a merupakan muatan pelajaran untuk menerjemahkan Al Qur’an berupa surat-surat pilihan serta do’a-do’a pilihan yang bersifat aplikatif karena langsung bersinggungan dalam kehidupan sehari-hari. Anak dituntut untuk hafal dan memahami artinya bukan hanya perkalimat namun perkata.

Khusus untuk pelajaran Tahsinul Qur’an atau pembagusan bacaan Al Qur’an adalah muatan pelajaran yang lebih menekankan pada penguasaan tajwid. Anak belajar makhorijul huruf, melafalkan kalimat serta membaca Al Qur’an dengan baik dan benar.

Pun demikian, sebagus apapun sebuah program di sekolah jika tidak dilaksanakan dengan baik maka tentu hasilnya kurang maksimal. Maka perlu adanya kerjasama dalam sebuah tim. Kerjasama antar civitas akademika SD MP3 secara umum, baik antara guru dengan siswa maupun guru dengan orangtua siswa karena dukungan orangtua sangat diperlukan untuk memotivasi dan mendampingi anak saat belajar di rumah. Pada akhirnya tujun pendiddikan di SD MP3 dapat dicapai dengan maksimal sehingga terbentuk generasi qur’ani yang berkarakter.