PROGRAM PLUS DI SD MUHAMMADIYAH PAKEL,

SEMAKIN DILIRIK SEKOLAH LAIN

By: Machdar R Dahuri (Staff Pendidik di SD MP3)

Beberapa tahun terakhir ini, SD Muhammadiyah Pakel semakin dikenal oleh masyarakat luas. Terbukti semakin banyaknya minat dari masyarakat yang ingin menyekolahkan putra-putrinya di SD Muhammadiyah Pakel. Salah satu faktor yang melatarbelakangi adalah karena di SD MP3 memiliki program unggulan khusus yang tertuang dalam kurikulum program plus.

Tidak berhenti sampai di situ, kerjasama juga terjalin dengan baik antar sekolah, baik dari wilayah Yogyakarta maupun dari luar Yogyakarta. Sampai pada akhirnya ada salah satu SD Muhammadiyah di Gunung Kidul, yaitu SD Muhammadiyah Jarah yang ingin menjadi SD binaan dari SD MP3. Alhamdulillah berkat do’a dan usaha serta dukungan dari PCM Umbulharjo, keinginan tersebut terealisasi sehingga mulai tahun ajaran baru ini SD Muhammadiyah Jarah berubah menjadi SD Muhammadiyah Jarah Program Plus.

Pada awal bulan Juli ini, SD MP3 mendapatkan kunjungan dari beberapa sekolah swasta, baik sekolah Muhammadiyah maupun sekolah swasta yang lain. Adapun diantara sekolah yang berkunjung adalah SD Muhammadiyah 1 Pagar Alam Sumatera Selatan. Dalam kunjungan tersebut, sebanyak 30 guru SD Muhammadiyah 1 Pagar Alam disambut dengan hangat penuh senyuman oleh Kepala SD MP3 Ibu Menik Kamriana, S,Ag maupun Bapak H. Mursih Haryono, BA selaku Ketua PCM Umbulharjo.

Sutrisno, M.Pd selaku Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Pagar Alam mengatakan bahwa dirinya tahu tentang SD MP3 dari media social maupun dari cerita beberapa orang bahwa salah satu SD Muhammadiyah di Jogja yang dapat dijadikan rujukan dalam ngangsu kawruh adalah SD MP3 yang berada di Jl. Pakel Baru 40 Sorosutan Umbulharjo yang sudah terkenal dengan Program Plus nya. Program Plus di SD MP3 yang sudah digagas sejak tahun 1998 tersebut ternyata masih mamp berkiprah dan bersaing denagn sekolah-sekolah lainnya. Tentu ini perlu dicontoh kurikulumnya sehingga mampu berdampak positif secara meluas bukan hanya di Yogyakarta saja namun bisa secara nasional.

Menurut pengakuan kepala SDM 1 Pagar Alam, selama ini disekolahnya masih menggunakan kurikulum yang standar sehingga belum ada program yang dapat dibanggakan. Maka beliau berharap sepulang dari Yogyakarta, nantinya mencoba menerapkan budaya tahfidz di sekolahnya. Tak hanya itu, bahkan meminta ijin untuk menggunakan nama “Program Plus” di SDnya sehingga menjadi SD Muhammadiya 1 Pagar Alam Program Plus.

Sepekan setelahnya mendapat SD MP3 kunjungan lagi dari MI Raudhatul Jannah Cinere Depok Jawa Barat. Rombongan tersebut ingin belajar tentang penerapan kurikulum program plus. Pihak MI Raudhatul Jannah berharap setelah mendapatkan ilmu tentang kurikulum program plus dari SD Muhammadiyah Pakel bisa segera terwujud di sekolahnya. Menurutnya mumpung saat ini momen awal tahun ajaran baru sehingga diharapkan benar-benar dapat terealisasi dengan baik di sekolahnya.

Pun demikian tentu Program Plus diharapkan bukan hanya sebagai sebuah jargon semata namun lebih pada praktek di lapangan yang membutuhkan kerja keras, kerja ikhlas dan kerja tuntas. Sehingga program yang sudah digulirkan tersebut benar-benar tercapi sesuai dengan visi, misi dan tujuan sekolah. Untuk itu tentu perlu dilakukan beberapa langkah agar kurikulum program plus tersebut dapat tercapai dengan maksimal, diantaranya adalah:

  1. Peningkatan SDM

Peningkatan SDM ini perlu dilakukan agar guru-guru pengampu program plus semakin terasah kemampuannya sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman. Maka perlu juga dipikirkan metode yang tepat maupun alat bantu digital dalam proses pembelajaran, sehingga anak-anak dalam belajar tidak merasa monoton di kelas namun mengikuti teknologi yang berkembang. Di samping itu juga perlua adanya pelatihan bagi guru-guru program plus.

  1. Bersifat Inklusif

Sekolah harus terbuka terhadap semua saran, kritik dan masukkan dari semua kalangan, terlebih dari wali siswa. Sehingga ada sinergi antara sekolah, orang tua dan masyarakat dalam mengawal proses pelaksanaan kurikulum program plus di lapangan. Selain itu SD MP3 juga harus mau dan mampu menularkan ilmunya sehingga semakin mewabah ke sekolah-sekolah lainnya.

  1. Daya Dukung

Daya dukung ini adalah bagian dari dukungan secara moril maupun materiil dari persyarikatan sehingga kurikulum program plus ini dapat berjalan dengan maksimal. Bantuan secara moril bisa dilakukan dalam bentuk promosi ke sekolah-sekolah lainnya sehingga semakin dikenal masyarakat luas. Tak hanya itu, perlu juga dilakukan pengakuan yang sama dalam mendapatkan SK terhadap guru-guru program plus dari persyarikatan sehingga mereka mendapatkan hak yang sama seperti guru-guru lainnya.

Sedangkan dukungan secara materiil dapat dilakukan berupa pemberian bantuan dana untuk mengembangkan kurikulum program plus, sehingga dapat dilakukan inivasi secara menyeluruh baik dalam proses pembelajarannya maupun metode serta sarana-prasarana penunjang pembelajaran yang mampu mengikuti perkembangan zaman di era digital.

4. Promosi Sekolah

Promosi sekolah dapat dilakukan terus-menerus melalui Facebook, Instagram, Tweeter, Youtube, Webb Sekolah, Media TV, Media cetak koran maupun majalah dan melalui pamflet serta baliho. Promosi melalui media sosial tersebut harus dilakukan setiap saat bahkan bisa dilakukan setiap menit agar nama SD MP3 selalu muncul dan mudah dicari di Google Seacrh.

Walaupun demikian perlu diakui bahwa setiap sekolah memiliki karakter dan keunggulan masing-masing sehingga tidak dapat disamakan dalam program-programnya. Namun setidaknya apa yang sudah dilakukan oleh SD MP3 dalam menggulirkan kurikulum program plus sejak tahun 1998 tersebut mampu diadopsi dan diadaptasikan pada sekolah-sekolah yang lain, minimal dalam hal membangkitkan budaya tahfidz di sekolah.