Siswa kelas 1 belanja di pasar Giwangan

Siswa kelas 1 belanja di pasar Giwangan

Kelas 3 ke Museum Gunung Merapi

Kelas 3 ke Museum Gunung Merapi

Kelas 6 ke Susu Kambing

Kelas 6 ke Susu Kambing

OUTDOOR SCHOOL LEARNING TEMA
SEBAGAI MEDIA MENUMBUHKAN PRIBADI BERKARAKTER

Penulis: Dafroz Al Jafary (Staff Pengajar SD Muh. Pakel)

Pendidikan karakter tidak hanya milik atau tugas dari mata pelajaran agama maupun PKn. Semua mata pelajaran meiliki tugas yang sama untuk mengembangkan karakter siswa. Dengan demikian, pendidikan karakter harus mendapatkan bagian tempat yang seluas-luasnya. Maka pendidikan karakter dapat dilakukan di mana saja dan kapanpun.
Pendidikan karakter merupakan paduan harmonis seluruh budi pekerti yang terdapat dalam ajaran agama. Kualitas karakter yang tinggi pada pribadi seseorang di mayarakat tentunya akan memotivasi untuk meningkatkan kualitas diri dalam berbangsa. Maka pengambangan karakter harus sejak dini dilakukan terhadap siswa agar secara perlahan dan simulkan melekat pada diri anak.
Pendidikan karakter masih menjadi konsen bagi setiap lembaga pendidikan dalam rangka meningkatkan kulitas hidup siswa yang berkemajuan. Berbagai cara telah ditempuh dengan harapan mendapatkan metode yang tepat dalam menanamkan karakter pada diri siswa. Sebab karakter yang didengungka selama ini adalah alasan utama agfar kelak genarsi bangsa mampu mengemban amanah sebagai pemimpin yang berkepribadian baik.
Dalam mendukung tercapainya karakter pada diri siswa tersebut, maka SD Muhammadiyah Pakel Program Plus Yogyakarta melaksanakan kegiatan Outdoor School Learning Tema, yaitu pembelajaran di luar kelas sesuai dengan tema di sekolah. Kegiatan Outdoor School tersebut bukan sekedar memindahkan pola pembelajaran ke luar kelas, namun lebih dari itu bertujuan untuk memberikan pengalaman terhadap anak agar terlibat langsung dengan lingkungan sekitar.
Proses pembelajaran menggunakan alam sekitar sebagai media dianggap sangat efektif dalam memanajemen pengetahuan. Itu dapat terlihat dari sikap dan perilaku siswa saat kegiatan mengamati, merasakan dan memahami serta berinteraksi dengan lingkungans ekitar sehingga mengasah kemampuan yang telah dimiliki. Kegiatan tersebut secara tidak langsung melinbatkan kerjasama antar teman, melatih kemandirian, melatih kesabaran serta melatih kemampuan berkreasi dan berinovasi.
Dengan konsep interaksi siswa dengan alam maupun lingkungan sekitar dapat memeberikan suasana yang kondusif memebentuk sikap, cara berfikir dan persepsi yang kreatif dari setiap siswa guna membentuk rasa kebersamaan, keterbuakaan, toleransi dan kepekaan yang mendalam terhadap maslaha-maslah yang ada di lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan 3 hari berturut-turut dengan lokasi yang berbeda-beda sesuai dengan tema pembelajaran pada jenjang kelas masing-masing. Kegiatan rutin tahunan tersebut dilaksnakan mulai hari Senin 2 Oktober sampai Rabu 5 Oktober 2017.
Alhamdulillah kegiatan Outdoor School Learning Tema berjalan dengan baik dan lancar sesuai rencana. Adapun kegiatan yang telah dilakukan anak-anak pada saat Outdoor School Learning Tema tersebut adalah:
Kelas 1
Anak-anak bersiap dari sekolah menuju ke Pasar Giwangan setelah kegiatan upacara Hari Kesaktian Pancasila. Anak-anak membawa uang Rp 5.000,- dan kresek yang disiapkan oleh panitia untuk membeli sayur, buah maupun makanan yang lain. Anak-anak sangat antusias karena belajar berkomunikasi dengan para pedagang serta belajar bertransaksi dan belajar menghitung harga.
Selesai dari Pasar Giwangan anak-anak menuju ke UPT Gerabah Kasongan untuk belajar berkreasi membuat gerabah dari tanah liat. Anak-anak kenal dengan budaya lokal tentang berbagai macam gerabah. Selesai kegiatan anak-anak makan siang dan shalat jama’ah Dhuhur di masjid warga.
Kelas 2
Anak-annak bersiap dari sekolah menuju ke Museum Jendral Soedirman setelah kegiatan upacara Hari Kesaktian Pancasila. Mereka sangat antusias dan menyimak informasi dari pemandu Museum. Sambil mengerjakan tugas yang telah disiapkan oleh sekolah, anak-anak antusias bertanya kepada pemandu museum tentang sosok Jendral Soedirman sebagai tokoh Muahammdiyah. Pemandu juga menjlaskan bahwa sosok Jendral Soedirman adalah tokoh muda yang sangat rajin ibadah dan berjiwa nasionalis tinggi. Selalu ikhlas dalam beramal dan memegang teguh prinsip hidup.
Acara selanjutnya menuju ke Musem Dirgantara AAU Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Anak-anak menonton film dokumenter tentang perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan khususnya di kota Jogja. Mereka sangat senang karena dapat melihat langsung pesawat-pesawat tempur bahkan bisa menaikinya.
Kelas 3
Anak-anak menuju ke Musem Gunung Merapi setelah melaksnakan shalat Dhuha di sekolah. Anak-anak sangat antusia karena mereka dapat melihat langsung proses kejadian Gunung Merapi meletus melalui film dokumenter. Sebagian besar anak-anak ada yang menangis karena kasihan melihat para korban yang kehilangan nyawa dan hartanya. Selesai nonton film, anak-anak bersama pemandu Museum berkeliling melihat isi museum sambil mengerjakan tugas yang telah disiapkan oleh panitia.
Kelas 4
Anak-anak menuju ke Kebun Plasma Nutfah Pisang Giwangan setelah jama’ah shalat Dhuha di sekolah. Mereka belajar tentang aneka macam tamanan, diantaranya pisang, mangga, rambutan serta belajar menanam dan merawat tanaman obat keluarga. Selesai acara menanam mereka menikmati juice sari pisang, keripik pisang dan panen pisang.
Setelah selesai acara, langsung menuju ke Pasar Pasty Dongkelan. Anak-anak sangat gembira karena dapat berinteraksi dengan orang banyak. Mereka belajar belanja di pasar serta dapat berkenalan dan berfoto dengan para turis dari luar negeri.
Kelas 5
Anak-anak menuju ke Mie Pasar Baru Monjali Sleman setelah shalat Dhuha berjama’ah di sekolah. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan. Mereka belajar cara membuat mie yang sehat. Mengetahui bahan-bahannya sampai pada praktek membuat mie dan menikmati mie hasil olahan mereka sendiri.
Selesai acara dari Mie Pasar Baru Monjali Sleman, menuju ke sekoalah namun mampir ke masjid Syuhada’ untuk shalat jama’ah Dhuhur.
Kelas 6
Anak-anak bersiap menuju ke Susu Kambing Perwira Kefir di Delanggu Klaten setelah shalat Dhuha berjama’ah di sekolah. Sampai di lokasi anak-anak diajak untuk melihat peternakan kambing yang akan diproduksi susunya. Anak-anak sangat senang karena dapat melihat langsung proses pemerahan susu sampai pada pengolahannya. Mereka mencicipi hasil olahan dari susu kambing tersebut.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, ternyata mampu memotivasi anak-anak untuk senantiasa bersikap lebih baik. Mereka belajar arti kesabaran, kejujuran, kemandirian, kerjasama, saling menghargai antar teman. Di samping itu mereka belajar arti hidup dengan melihat keadaan masyarakat sekitar sehingga diharapkan mampu menjadikan diri anak-anak sumber kekuatan menghadapi tantangan zaman.